Sajak Kasih Untuk Anakku
Teruntukmu anakku,
malam mungkin bosan mendengar keluh
yang terlihat hanya buram
bintangpun enggan bersembang
dilangit sana
sementara sunyi menekan jiwa
Nak,
ini mungkin yang pertama untukku,
dan awal bagimu
tak banyak lagi waktu kita
bahkan tinggal sisa detiknya saja
pakailah perisai di badanmu
waktunya untuk maju
jangan kau ragu
Wahai anakku,
esok bila kelam itu berganti terang
tersenyumlah
kita lerai gundah
ambil darinya faedah
jangan biarkan takut berumah singgah
hati kita terlalu kuat untuk menyerah
tempias ilmu yang sampai di hatimu
jadikan ia perhiasan laku
jangan biar terbuang percuma
Tanjungpinang, 15 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar