Gusmarni Zulkifli

Gusmarni Zulkifli
Hidup merupakan pilihan

Jumat, 02 Maret 2012

PENDIDIKAN KARAKTER BUKAN HANYA TUGAS GURU


FOTO UPACARA BENDERA_Melaksanakan upacara bendera merupakan satu contoh pendidikan karakter.


Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai prilaku manusia dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain, lingkungan dan bangsa. Semua itu tercermin dalam sikap, pikiran, perkataan dan perbuatan yang berdasarkan norma agama, hukum, etika, budaya dan adat istiadat.
Di Negara kita saat ini pendidikan karakter merupakan suatu usaha untuk menciptakan pribadi yang cerdas dan berahlak mulia. Ini tentu tidak mudah. Perlu dukungan dari berbagai pihak agar tujuan akhir “cerdas dan berahlak mulia” itu dapat terwujud.
Masalah yang kita hadapi sekarang adalah, pendidikan karakter hanya merupakan “slogan” yang menjadi penghias dunia pendidikan, serta pencapaiannya dititik beratkan kepada guru. Seharusnya pendidikan karakter itu sudah di ajarkan sejak dini. Bukan hanya di sekolah saja. Intinya begini, mustahil jika orang tua tidak mendidik anaknya dengan hal-hal yang baik sejak anaknya mengenal dunia bukan? Itu saja sudah merupakan bagian dari pendidikan karakter.
Yang menjadi masalah lagi, ketika Si guru di sekolah “berkoar” tentang karakter yang baik terhadap anak didiknya, sedangkan di rumah orang tuanya tidak menuntut anaknya untuk berkarakter yang baik. Jadi apa yang mereka dapat di sekolah tidak mendapatkan tempat praktek yang baik di rumah. Ini tentu akan membuat kebingungan tersendiri bagi Si anak, dan ilmu itu hanya numpang mampir saja di pikiran mereka.
Untuk itu perlu adanya persamaan persepsi serta kerja sama yang baik antara orangtua dan guru untuk menanam karakter pada anak, karena merekalah nanti yang akan membangun bangsa ini. Mustahil akan ada masa depan yang baik tanpa membangun karakter bangsa. Inilah tugas kita.(Ani_2 Maret 2012/Praktek Jurnalistik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar