Puisi bersama: SABDA BUNIAN
Saat sang surya bertapa di peraduannya
Jemari menadah diatas sulaman pilu
Melukis waktu pada puisi
Untuk titisan tarian jiwa
Di urat nadi kesepian
Gelap melonglong
Bulan merayap di balik awan
Mata memasung pandang kehidupan
Ada waktu yang berbicara dingin
Ketika terik menikam ubun-ubun
Ada waktu yang berbicara hitam
diatas kanvas putih pelukis kata
Ada waktu yang berbicara diam
Ditengah riuh yang menyetubuhi pikir
Pada waktu,
Hidup
Mati
Adalah taruhan
usaha
mencengkram harapan
Tubuh
penyeimbang keadaan
Mengayun langkah menuju masa hadapan
Meski jemari dirangkul sepi
kini
Mata terpikat
Melihat jurang maksiat
Diatas tanah ranah bunda
hingga pilu merindu masa lalu
melekanglah hari dalam ejaan kata
telah dilahapnya jutaan keping mahligai rindu
hingga melapuklah waktu yang diberiNya
tak sampai diujung hari
:kami ingin memahat pelangi diufuk timur
Izinkanlah
Tanjungpinang, 24 Januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar